Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Minggu, Januari 05, 2014

0 Susunan Kabel Stright Dan Kabel Cross


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Sedikit menyinggung ke masalah jaringan komputer. Masalah yang sangat dasar menurut saya. Karena biasanya kabel LAN (Local Area Network) paling sering digunakan oleh seorang teknisi jaringan, dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan jaringan komputer. 
Untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer menggunakan kabel, ada dua jenis kabel. Kabel stright-through dan kabel crossover. Perbedaan dari keduanya adalah susunan kabel yang berbeda. Sedangkan untuk fungsinya perbedaannya adalah jika kabel cross digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama. Misalnya saja PC dengan PC, HUB dengan HUB, Router dengan Router, dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk fungsi kabel Stright yaitu untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda, misalnya saja PC dengan HUB, HUB dengan Switch, dan lain sebagainya. Konektor yang digunakan adalah konektor RJ-45. Berikut susunan kabelnya.

Susunan Kabel Stright

Untuk susunan kabel stright, urutannya sama di kedua sisi. Berikut adalah susunan kabel LAN untuk tipe stright :

Putih Orange - Putih Orange
Orange - Orange
Putih Hijau - Putih Hijau
Biru - Biru
Putih Biru - Putih Biru
Hijau - Hijau
Putih Coklat - Putih Coklat
Coklat - Coklat
Kabel Stright
Kabel Stright

Susunan Kabel Cross

Berikut adalah susunan kabel LAN untuk tipe cross :

Putih Orange - Putih Hijau
Orange - Hijau
Putih Hijau - Putih Orange
Biru - Biru
Putih Biru - Putih Biru
Hijau - Orange
Putih Coklat - Putih Coklat
Coklat - Coklat

Kabel Cross
Kabel Cross
Dengan mengetahui urutannya masing-masing kita dapat membuat sendiri kabel LAN dengan tambahan alat yang disebut dengan crimping tool.
Crimping tool
Crimping tool
Semoga bermanfaat.

Senin, Desember 30, 2013

0 Cara Blok Situs Dengan Menggunakan Mikrotik


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Cara mudah memblok situs dengan menggunakan mikrotik sebagai berikut :
1. Remote mikrotik anda dengan winbox, dapat anda download winboxnya disini
2. Jalankan Aplikasinya, lalu silahkan Anda login dengan memasukan ip,username login,
    password.

       nb : Connect To (ip nya mikrotik Anda)
             Login (username pada mikrotik Anda)
             Password (password pada mikrotik Anda)

3. Jika Anda sudah memasukan itu semua tinggal klik Connect
4. Setelah masuk ke dalam winbox selanjutnya Anda klik IP > Firewall

5. Lalu kemudian pilih tab Layer7 Protocols, dan klik tanda +


6. Selanjutnya pada halaman "New Layer7 Protocols" isi :
    Name =  Facebook (nama situs yang akan diblok)
    Regexp = https://www.facebook.com (alamat situs yang akan diblok)

   Seperti gambar dibawah ini :

7. Dan klik “OK” Selanjutnya klik Tab “Filter Rules” dan klik + dan isi:
Di Tab “General
     Chain= forward
Di Tab “Advanced
     Layer7 Protocol=facebook (nama yang di isi di IP-Firewall-Layer7 Protocol tadi)
Di Tab “Action
     Action=drop

Seperti gambar di bawah ini:




 Lalu Klik Ok
 Sekian tips and trick dari saya,Semoga Anda semua bisa melakukan apa yang telah tadi
 saya jelaskan

Jumat, Desember 20, 2013

0 Manajemen Bandwidth Menggunakan Simple Queue


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Pada sebuah jaringan yang mempunyai banyak client, diperlukan sebuah mekanisme pengaturan bandwidth dengan tujuan mencegah terjadinya monopoli penggunaan bandwidth sehingga semua client bisa mendapatkan jatah bandwidth masing-masing. QOS(Quality of services) atau lebih dikenal dengan Bandwidth Manajemen, merupakan metode yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pada RouterOS Mikrotik penerapan QoS bisa dilakukan dengan fungsi Queue.
network diagram
Limitasi Bandwidth Sederhana
Cara paling mudah untuk melakukan queue pada RouterOS adalah dengan menggunakan Simple Queue. Kita bisa melakukan pengaturan bandwidth secara sederhana berdasarkan IP Address client dengan menentukan kecepatan upload dan download maksimum yang bisa dicapai oleh client.
Contoh :
Kita akan melakukan limitasi maksimal upload : 128kbps dan maksimal download : 512kbps terhadap client dengan IP 192.168.10.2 yang terhubung ke Router. Parameter Target Address adalah IP Address dari client yang akan dilimit. Bisa berupa :
  • Single IP (192.168.10.2)
  • Network IP (192.168.10.0/24)
  • Beberapa IP (192.168.10.2,192.168.10.13) dengan menekan tombol panah bawah kecil di sebelah kanan kotak isian.
Penentuan kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter target upload dan target download max-limit. Bisa dipilih dengan drop down menu atau ditulis manual. Satuan bps (bit per second).
Dengan pengaturan tersebut maka Client dengan IP 192.168.10.2 akan mendapatkan kecepatan maksimum Upload 128kbps dan Download 256kbps dalam keadaan apapun selama bandwidth memang tersedia.
network diagram
Metode Pembagian Bandwidth Share
Selain digunakan untuk melakukan manajemen bandwidth fix seperti pada contoh sebelumnya, kita juga bisa memanfaatkan Simple Queue untuk melakukan pengaturan bandwidth share dengan menerapkan Limitasi Bertingkat. Konsep Limitasi Bertingkat  bisa anda baca pada artikel Mendalami HTB pada QOS RouterOS Mikrotik
Contoh :
Kita akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512kbps untuk digunakan 3 client.
Konsep:
  1. Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
  2. Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
  3. Jika terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.
Topologi Jaringan
Router kita tidak tahu berapa total bandwidth real yang kita miliki, maka kita harus definisikan pada langkah pertama. Pendefinisian ini bisa dilakukan dengan melakukan setting Queue Parent. Besar bandwidth yang kita miliki bisa diisikan pada parameter Target Upload Max-Limit dan Target Download Max-Limit.
Langkah selanjutnya kita akan menentukan limitasi per client dengan melakukan setting child-queue.
Pada child-queue kita tentukan target-address dengan mengisikan IP address masing-masing client. Terapkan Limit-at (CIR) : 128kbps dan Max-Limit (MIR) : 512kbps. Arahkan ke Parent Total Bandwidth yang kita buat sebelumnya.

Ulangi untuk memberikan limitasi pada client yang lain, sesuaikan Target-Address.

Selanjutnya lakukan pengetesan dengan melakukan download di sisi client.
Pada gambar berikut menunjukkan perbedaan kondisi penggunaan bandwidth client setelah dilakukan limitasi bertingkat
Kondisi 1
Kondisi 1 menunjukkan ketika hanya 1 client saja yg menggunakan bandwidth, maka Client tersebut bisa mendapat hingga Max-Limit.

Perhitungan : Pertama Router akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128kbps. Bandwitdh yang tersedia masih sisa 512kbps-128kbps=384kbps. Karena client yang lain tidak aktif maka 384kbps yang tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat 128kbps+384kbps =512kbps atau sama dengan max-limit.
Kondisi 2
Kondisi 2 menggambarkan ketika hanya 2 client yang menggunakan bandwidth.
Perhitungan : Pertama router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu. Akumulasi Limit-at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih tersisa 256kbps. Sisa diberikan kemana.? Akan dibagi rata ke kedua Client.
Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps
Kondisi 3
Kondisi 3 menunjukkan apabila semua client menggunakan bandwidth.
Perhitungan: Pertama Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga bandwidth yang digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih tersisa 128kbps. Sisa bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client mendapat 128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.
Pada Limitasi bertingkat ini juga bisa diterapkan Priority untuk client. Nilai priority queue adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1.
Contoh :
Client 1 adalah VVIP user, maka bisa diberikan Priority 1 (tertinggi).

Jika kita menerapkan priority perhitungan pembagian bandwidth hampir sama dengan sebelumnya. Hanya saja setelah limit-at semua client terpenuhi, Router akan melihat priority client. Router akan mencoba memenuhi Max-Limit client priority tertinggi dengan bandwidth yang masih tersedia.


Perhitungan: Client 1 mempunyai priority tertinggi maka router akan mencoba memberikan bandwidth sampai batas Max-Limit yaitu 512kbps. Sedangkan bandwidth yang tersisa hanya 128kbps, maka Client1 mendapat bandwidth sebesar Limit-at + Sisa Bandwidth = 128kbps+128kbps = 256kbps
Konsep pembagian bandwidth ini mirip ketika anda berlangganan internet dengan sistem Bandwidth share.
Limitasi bertingkat juga bisa diterapkan ketika dibutuhkan sebuah pengelompokkan pembagian bandwidth.

 
Tampak pada gambar, limitasi Client1 dan Client3 tidak menganggu limitasi Client2 karena sudah berbeda parent. Perhatikan max-limit pada Limitasi Manager dan Limitasi Staff.
network diagram
Bypass Traffic Lokal
Ketika kita melakukan implementasi Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena limitasi.
Contoh :
  • IP LAN 1 : 192.168.10.0/24
  • IP LAN 2 : 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah 192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, kita bisa membuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule tersebut pada urutan teratas (no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut traffic dari LAN1 ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau setara dengan kecepatan kabel ethernet.

Kamis, Desember 19, 2013

0 Cara membuat limit di mikrotik dengan menggunakan Winbox


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
  1. Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
  2. Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki. Kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree.

Untuk pembahasan Queue Simple kali ini kita akan coba praktek membuat limit Bandwidth semua user dengan mikrotik. Silakan buka Winbox nya dan pilih menu Queues, maka akan muncul tampilan berikut :
Sebelum kita mulai membatasi Bandwidth internet dengan mikrotik, pastikan dulu berapa Bandwidth Internet yang anda dapat dari ISP yang anda pakai. Sehingga nantinya nilai Bandwidth yang dilimit tidak melebihi alokasi Bandwidth dari ISP. Misalnya bandwidth dari ISP sebesar 1 Mbps, maka limit bandwidth nya diset lebih kecil atau sama dengan 1 Mbps.
Untuk menambahkan Simple Queue baru klik tombol +, maka akan muncul tempilan seperti berikut :
Ada beberapa tab di jendela Simple Queue tersebut, namun kita hanya akan menggunakan tab General dan Advanced saja. 

Tab General
Pada tab General ada beberapa pilihan yang dapat diseting. Yang perlu kita perhatikan dengan seksama yaitu pilihan Target Address dan Max Limit. 
Target Address
Anda dapat mengisis Target Address dengan IP address tertentu yang ingin anda batasi Bandwidth nya, misal 192.168.100.0/24. Dari gambar di atas bisa dilihat untuk Target Address kosong, ini berarti konfigurasi limit Bandwidth ini berlaku untuk semua alamat IP. 
Max Limit
Max Limit adalah alokasi bandwidth maksimal yang bisa didapatkan user, dan biasanya akan didapatkan user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain. Jangan lupa centang Target Upload dan Target Download untuk mengaktifkan fitur ini, pilih besar Bandwidth yang ingin dilimit pada Max Limit. Misalnya upload : 256kbps download : 1Mbps.
Besar limit Bandwidth untuk upload lebih rendah daripada download nya karena memang user biasanya lebih banyak melakukan download (browsing, download musik, file, dll) daripada upload. Anda dapat memilih sesuai keinginan.
Anda juga dapat menentukan waktu kapan dan berapa lama Simple Queue ini akan mulai berjalan dengan memilih opsi Time.
Tab Advanced
Pada tab Advanced hal yang perlu diperhatikan pada opsi Interface dan Limit At. 
Interface
Pilih interface mana yang ingin dibatasi bandwidth nya, misalnya interface Wlan1 untuk membatasi koneksi internet via wireless. Jika ingin membatasi bandwidth di semua Interface pilih all.

Limit At
Limit At adalah alokasi bandwidth trendah yang bisa didapatkan oleh user jika traffic jaringan sangat sibuk. Seburuk apapun keadaan jaringan, user tidak akan mendapat alokasi bandwidth dibawah nilai Limit At ini. Jadi Limit At ini adalah nilai bandwidth terendah yang akan didapatkan oleh user. Nilai nya terserah anda mau diisi berapa. Misalnya diisi upload 128kbps download : 512kbps.
Nah, dari konfigurasi tersebut, maka hasilnya jika semua user sedang memakai koneksi internet dan kondisi jaringan sibuk maka tiap user akan mendapatkan bandwidth sebesar 128kbps/512kbps. Jika satu atau beberapa user tidak sedang menggunakan koneksi maka alokasi bandwidth akan diberikan ke user yang sedang terkoneksi. Dan jika hanya satu user yang menggunakan koneksi maka user itu akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimal 256kbps/1Mbps.
Klik ok untuk menambahkan Simple Queue tersebut, sehingga akan muncul di queue list.
Pada gambar di atas, ada dua Simple Queue, yaitu Simple Queue yang terbentuk secara otomatis oleh Hotspot di artikel sebelumnya Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik
dan Simple Queue yang baru dibuat. Jika ada dua konfigurasi berbeda maka akan dieksekusi dari atas ke bawah (top to bottom), jadi Simple Queue hotspot dieksekusi dulu baru kemudian Simple Queue Mikrotik Indo. Walaupun Simple Queue hotspot Tx Rx Max limit nya unlimited, tapi semua user hotspot akan mendapatkan bandwidth Max Tx Rx 256k/1M dari Simple Queue MikrotikIndo, sehingga Simple Queue hotspot itu tidak berlaku.

Anda dapat mengatur konfigurasi Simple Queue sesuai selera anda sendiri.

Selasa, Desember 17, 2013

0 Pengaturan dasar Hotspot Mikrotik


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik
 Router Mikrotik merupakan router yang memiliki fitur lengkap. Salah satu fitur yang cukup populer dan banyak digunakan dari Router Mikrotik itu sendiri adalah Hotspot. Tahukah anda perbedaan internet sharing biasa dengan Hotspot? Mungkin anda sering menemukan sinyal internet wifi yang di password dengan menggunakan WPA atau WEP. Anda akan bisa internetan jika memasukkan password dengan benar. Jadi siapa saja bisa mengakses wifi itu jika tau password nya karena password nya hanya ada satu. Berbeda dengan metode Hotspot, yang mana kebanyakan wifi hotspot tidak di password dan semua user bisa konek kemudian akan diarahkan ke halaman login di Web Browser. Tiap user bisa login dengan username dan password yang berbeda-beda. Metode semacam inilah yang sering kita temukan di wifi Cafe, Sekolah, kampus, maupun area publik lainnya.
Nah, sekarang kita akan membahas Tutorial Mikrotik Indonesia dengan mencoba membuat dan seting mikrotik sebagai Hotspot. Namun sebelumnya anda perlu tau apa saja kelebihan Hotspot dengan menggunakan Mikrotik. Dengan menggunakan Mikrotik sebagai Hotspot, anda dapat mengkonfigurasi jaringan wireless yang hanya bisa digunakan dengan username dan password tertentu. Anda juga dapat melakukan manajemen terhadap user-user tersebut. Misalnya, mengatur durasi total penggunaan hotspot per user, membatasi berapa besar data yang dapat di download tiap user, mengatur konten apa saja yang boleh diakses user, dll.
Oke, udah tau kan apa saja kelebihan dan fitur-fitur hotspot mikrotik. Sekarang lanjut Balajar Mikrotik langsung ke praktek nya. Kita mulai dengan konfigurasi dasar hotspot nya dulu ya.

1. Tentukan interface yang akan dibuatkan hotspot. Karena kita akan membuat hotspot via wifi maka pilih interface wlan. Disini saya asumsikan menggunakan wlan1. Aktifkan wlan1 dan gunakan mode AP Bridge, isikan SSID dengan nama hotspot anda.



2. Beri IP address interface wlan1, misalnya 192.168.100.1/24
[admin@MikroTik] > ip address add address= 192.168.100.1/24 interface=wlan1

Atau bisa melalui winbox, masuk ke menu IP --> Address


3. Sekarang kita mulai membuat Hotspot untuk wlan1. Untuk lebih mudah nya kita menggunakan wizard Hotspot Setup. Masuk ke menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup

4. Pilih Hotspot Interface : wlan1 --> klik Next

5. Selanjutnya mengisikan IP address dari wlan1 dan centang Masquerade Network. klik Next

6. Menentukan range IP address yang akan diberikan ke user (DHCP Server), misal : 192.168.100.10-192.168.100.254. Jadi user akan diberikan IP secara otomatis oleh DHCP Server antara range IP tersebut.
7. Memilih SSL certificate. Pilih none saja, klik Next.
8. IP Address untuk SMTP Server kosongkan saja. Klik Next.
9. Memasukkan alamat DNS Server. Isikan saja dengan DNS Server nya Google : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Klik Next.
10. Memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisi nantinya akan menggantikan alamat IP dari wlan1 sebagai url halaman login. Jika tidak diisi maka url halaman login akan mengguakan IP address dari wlan1. Kosongkan saja, klik next.


11. Hotspot sudah berhasil dibuat. Silakan anda coba koneksikan laptop anda ke wifi hotspot anda.



12. Buka browser dan akses web sembarang, misalnya mikrotikindo.blogspot.com maka anda akan dialihkan ke halaman login hotspot mikrotik.
13. Silakan coba login dengan username : admin dan password : kosong. 
14. Jika berhasil login berarti Hotspot sudah beres.
15. Untuk mengedit dan menambahkan user silakan masuk ke menu IP --> Hotspot --> klik tab Users

sekian dan semoga bermanfaat

Rabu, September 25, 2013

0 Apa sih Mikrotik itu ?


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully yang berkebangsaan Amerika Serikat berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanika di sekitar tahun 1995. Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia.

Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, provider hotspot, & warnet..
Kenapa Menggunakan Mikrotik?
Seperti penjelasan di atas, mikrotik merupakan router yang handal, yang mampu memberikan kelebihan pada sistem jaringan kita, karma dengan menggunakan mikrotik maka jaringan kita akan lebih stabil. Belakangan ini banyak usaha warnet yang menggunakan mikrotik sebagai routernya, dan hasilnya mereka merasa puas dengan apa yang diberikan mikrotik. Terlebih kemajuan dunia wireless yang menyajikan berbagai macam pelayanan mulai melirik benda yang satu ini. Berbagai fitur ditawarkan pada mikrotik diantaranya :
  • Firewall dan NAT
  • Routing – Static routing
  • Data Rate Management
  • Hotspot
  • Point-to-Point tunneling protocols
  • Simple tunnels
  • IPsec
  • Web proxy
  • Caching DNS client
  • DHCP
  • Universal Client
  • VRRP
  • UPnP
  • NTP
  • Monitoring/Accounting
  • SNMP
  • M3P
  • MNDP
  • Tools
Kemampuan yang di tawarkan oleh mikrotik sebagai router yang handal hampir tidak bisa di percaya, dari mulai management bandwidth, data user, bahkan mikrotik mampu menggabungkan 2 line Speedy atau lebih kedalam satu router (load balance) yang pastinya akan mempercepat koneksi Internet kita, dan halaman web login yang mengagumkan.

Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika kamu ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:
  • Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
  • Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
  • Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
  • Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
  • Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
  • Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.
Jika kamu ingin sekedar untuk mencoba-coba silakan gunakan Level 1 sebagai awal. Sedangkan untuk kamu yang ingin menggunakan seluruh fitur dari Mikrotik maka mau tidak mau kamu harus membeli lisensinya. 
Saat membeli licensi juga harus diperhitungkan dulu fungsinya untuk apa,kalau buat usaha sekelas SOHO cukup level 4, namun jika untuk sekolahan misalnya baru perlu yang level 6. Intinya tergantung kebutuhan.

Selasa, September 24, 2013

0 Pengenalan Wireless LAN


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Badan Pengatur Radio Frekuensi (RF)

ITU-R (International Telecommunications Union – Radiocommunication Sector) bertanggung jawab untuk manajemen global penggunaan spektrum radio frekuensi dan orbit satellit.

Federal Communications Commission (FCC)

Badan yang mengatur pemakaian spektrum RF di US. Wireless network dapat menggunakan spektrum RF yang berlisensi maupun tidak berlisensi untuk proses komunikasi. Keuntungan menggunakan spektrum RF tak berlisensi adalah tidak ada biaya pemakaian bagi end user.
IEEE memanfaatkan 2 dari 3 RF bands tak berlisensi yang diijinkan oleh FCC :
  • 2.4 GHz ISM (industrial, scientific, and medical) band.
  • 5 GHz UNII (Unlicensed National Information Infrastructure) band

European Telecommunications Standards Institute (ETSI)

Organisasi eropa yang bertanggung jawab membuat standar-standar teknologi informasi dan komunikasi, termasuk teknologi mobile, radio, dan Internet. Di eropa, radio frekuensi diatur oleh CEPT.

IEEE dan standar-standar Wireless LAN

IEEE adalah organisasi non-profit yang bertanggung jawab untuk membuat standar-standar berbagai macam teknologi, termasuk teknologi informasi. IEEE sudah merilis rangkaian standar-standar yang berkenaan dengan Wireless LAN networking.

802.11

Dirilis pada tahun 1997, berikut adalah beberapa detail :
  • Data rate 1 dan 2 Mbps.
  • Beroperasi di 2.4 GHz ISM band
  • Spread Spectrum :
    • FHSS (Frequency-Hopping spread spectrum), termasuk obsolete.
    • DSSS (Direct-Sequence spread spectrum)
  • Infrared (IR)

802.11b

Merupakan perkembangan dari 802.11 yang dirilis pada tahun 1999.
  • Data rate 5.5 dan 11 Mbps
  • Beroperasi di 2.4 GHz ISM band.
  • Spread spektrum :
    • DSSS
    • HR/DSSS (High rate-direct-sequence spread spectrum)
  • Backward compatible dengan 802.11 DSSS

802.11a

Juga merupakan perkembangan dari 802.11 yang dirilis pada tahun 1999 dan beroperasi di 5 GHz UNII band.
  • Data rates :
    • 6, 9, 12 Mbps OFDM (required)
    • 18, 24, 36, 48, 54 Mbps OFDM (supported)
  • Beroperasi di 5 GHz UNII band
    • 5.150 – 5.250 GHz UNII-1 (indoor)
    • 5.250 – 5.350 GHz UNII-2 (indoor/outdoor)
    • 5.725 – 5.825 GHz UNII-3 (indoor/outdoor, mainly outdoor)
  • Spread spectrum :
    • OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
Keuntungan menggunakan 5 GHz band adalah sedikitnya interference yang ada sehingga dapat meningkatkan performa dan reliability.

802.11g

Perkembangan dari 802.11 ini dirilis pada tahun 2003 dan beroperasi pada 2.4 GHz ISM band, seperti halnya 802.11 dan 802.11b.
  • Data rates :
    • 1 dan 2 Mbps (compatible dengan DSSS)
    • 5.5 dan 11 Mbps (compatible dengan HR/DSSS)
    • 6, 9, 12 Mbps OFDM (required)
    • 18, 24, 36, 48, dan 54 Mbps OFDM (supported)
  • Beroperasi di 2.4 GHz ISM band
  • Spread spectrum :
    • DSSS
    • HR/DSSS
    • ERP-OFDM
802.11g backward compatible dengan 802.11/802.11b karena sama-sama beroperasi di 2.4 GHz ISM band dan mendukung metode akses yang sama.

802.11n

Dirilis pada tahun 2009 dan beroperasi di 2.4 GHz dan 5 GHz, sehingga standar ini backward compatible dengan 802.11a maupun 802.11b/g. Karena fleksibilitas dan data rate yang lebih tinggi inilah, kebanyakan deployment baru berdasarkan pada 802.11n
  • Data rates 54 – 600 Mbps
  • Beroperasi di :
    • 2.4 GHz ISM band
    • 5 GHz UNII bands
  • MIMO (Multiple Input Multiple Output)
  • HT-OFDM

Sertifikasi Interoperabilitas

Seringkali vendor-vendor mengimplementasikan perangkat-perangkat wireless dan network secara proprietary (menggunakan rule/protokol pribadi). Hal ini dapat menyebabkan masalah interoperabilitas produk mereka dengan produk vendor lain.
Untuk itulah dibutuhkan sertifikasi interoperabilitas vendor agar perangkat satu vendor dapat berkomunikasi dengan perangkat vendor yang lain.

Wi-Fi Alliance

IEEE bertanggung jawab untuk menghasilkan standar-standar wireless networking. Akan tetapi, vendor-vendor perangkat jaringan tidak perlu membuktikan bahwa produk mereka memenuhi standar tersebut.
Wi-Fi Alliance dibentuk untuk menyediakan testing interoperabilitas perangkat-perangkat wireless dari berbagai macam vendor. Istilah Wi-Fi adalah istilah sertifikasi namun sering disalah artikan dalam dunia industri. Wi-Fi adalah merek dagang terdaftar yang awalnya didaftarkan oleh WECA pada tahun 1999 dan sekarang terdaftar untuk Wi-Fi Alliance.

Wi-Fi Protected Access (WPA)

Sertifikasi WPA diciptakan karena adanya fakta bahwa keamanan dalam standar original 802.11 lemah dan memiliki banyak lubang keamanan. Sertifikasi ini di desain sebagai solusi sementara sebelum dirilisnya standar 802.11 yang mengatasi masalah-masalah keamanan, yakni 802.11i (2004).
Fitur-fitur WPA :
  • TKIP (Temporal Key Integrity Protocol
  • Passphrase
  • 802.1X/EAP.

Wi-Fi Protected Access 2 (WPA 2.0)

WPA 2.0 merupakan sertifikasi setelah dirilisnya 802.11i. Sertifikasi ini backward compatible dengan WPA dan dilengkapi dengan solusi-solusi keamanan yang lebih advance.

Wi-Fi Multimedia (WMM)

Sertifikasi dari Wi-Fi Alliance berbasis standar IEEE 802.11e yang menyediakan fitur QoS (Quality of Service). QoS diperlukan untuk menjamin berlangsungnya komunikasi-komunikasi real time seperti voice dan video.

Wi-Fi Multimedia Power Save (WMM-PS)

WMM-PS di desain untuk perangkat-perangkat mobile dan aplikasi-aplikasi spesifik yang membutuhkan mekanisme power-save advance untuk menghemat baterei, seperti :
  • VoIP phones
  • Laptop
  • PDA
  • Headset
  • Mouse dan Keyboards
Mekanisme power-save ini memungkinkan perangkat untuk menghemat baterei dengan cara “tidur sejenak” dalam waktu yang singkat. Fitur ini jika diaktifkan akan menurunkan performa beberapa tingkat.

Wi-Fi Protected Setup (WPS)

WPS diciptakan dengan adanya fakta bahwa user/konsumen small office home office menginginkan metode sederhana untuk mendapatkan fitur keamanan yang terbaik bagi instalasi mereka tanpa harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang jaringan wireless.
Sertifikasi WPS membutuhkan 2 tipe autentikasi untuk memungkinkan user mendapatkan konfigurasi otomatis :
  • Push-button configuration (PBC)
  • PIN-based configuration, berdasarkan nomor ID personal.
Support konfigurasi PIN dan PBC dibutuhkan untuk Access Point (AP) sedangkan perangkat klien minimum harus support PIN.

0 Perangkat-Perangkat Wireless


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

Perangkat-Perangkat Wireless

Access Point (AP)

Terdiri dari 3 tipe :
  • Autonomous
  • Lightweight
  • Mesh

AP autonomous dapat berdiri sendiri dan berfungsi secara independen, sedangkan AP lightweight berfungsi sebagai bagian dari wireless LAN controller. Beberapa AP mesh dapat terhubung satu sama lain membentuk sebuah network tersendiri.
Access Point menyediakan akses bagi komputer dan perangkat wireless lainnya kedalam jaringan lokal menggunakan RF sebagai media koneksi.
Ketika perangkat wireless terhubung ke sebuah access point, maka perangkat itu disebut berada dalam mode infrastruktur. Dalam mode ini, semua trafik data wireless akan dilewatkan melalui access point.
Access Point adalah perangkat half-duplex, yang berarti komunikasi dapat terjadi 2 arah (mengirim dan menerima) namun dalam satu waktu hanya bisa terjadi 1 arah saja, dapat kita analogikan seperti perangkat walkie-talkie. Access Point merupakan perangkat infrastruktur jaringan yang terhubung ke sistem terdistribusi (mis : jaringan ethernet) sehingga memungkinkan user-user pengguna wireless access point mengakses jaringan lokal.

AP autonomous

Access points autonomous merupakan unit yang berdiri sendiri dilengkapi dengan segala yang diperlukan untuk menyediakan akses bagi perangkat-perangkat wireless kedalam jaringan lokal. Ada 2 level AP autonomous :
  • Small Office Home Office (SOHO) AP
  • Enterprise AP

SOHO Access Points

Meski powerful, fitur-fitur yang dimiliki oleh access point level SOHO tidak selengkap level enterprise. Akan tetapi, keduanya sudah mendukung fitur keamanan terbaik yang tersedia, termasuk WPA 2.0. Access point SOHO baik digunakan untuk kantor-kantor kecil/menengah atau di rumah dan biasanya memiliki jumlah koneksi yang terbatas bagi komputer atau perangkat-perangkat lainnya.
Berikut adalah beberapa fitur yang seharusnya dimiliki access point level SOHO :
  • Standarisasi 802.11
  • Tersertifikasi Wi-Fi
  • Antena removable
  • Power output statik
  • Security
  • Fungsi bridging
  • Fungsi repeater
  • DHCP Server
  • Dan lain-lain
Standarisasi 802.11 : Access point SOHO pada umumnya support standarisasi 802.11b/g, sedangkan access point dual-band (support 802.11b/g dan 802.11a) jarang ditemukan, kalaupun ada harganya akan lebih mahal.
Tersertifikasi Wi-Fi : Pastikan access point SOH O yang Anda beli sudah tersertifikasi Wi-Fi, termasuk WPA/WPA 2.0 dan WPS untuk keamanan, WMM dan WMM-PS untuk QoS. Hal ini untuk memastikan access point kita mematuhi standar IEEE dan mendukung interoperabilitas dengan perangkat vendor lain.
Antena Removable : Beberapa access point SOHO dilengkapi dengan antenna removable. Hal ini memungkinkan kita untuk menggantinya dengan antenna yang lebih besar (gain lebih tinggi) sehingga dapat meliputi area yang lebih luas. Sebaliknya, antenna yang lebih kecil (gain lebih rendah) dapat mengurangi luas cakupan area.
Power Output Statik : Adakalanya, user mendapatkan fitur untuk dapat melakukan penyesuaian transmit output power pada sebuah access point. Transmit output power ini akan menentukan cakupan area RF yang disebut cell. Biasanya access point SOHO memiliki transmit output power sekitar 15 dBm atau 30 mW. Model AP dengan power output statik tidak dapat diubah nilai transmit output power-nya, sehinnga kemampuan untuk menurunkan atau menaikkan ukuran RF cell menjadi terbatas. Dalam hal ini, kita dapat melakukannya dengan mengubah gain antenna access point tersebut.
Security : Access point SOHO terbaru harus menyediakan support fitur keamanan terbaik. Termasuk WPA 2.0 mode personal maupun enterprise yang memungkinkan user tanpa pengetahuan mendalam untuk dapat menyediakan keamanan terbaik bagi jaringan wireless mereka. User dengan pengetahuan mendalam dapat memanfaatkan fitur keamanan yang lebih canggih seperti 802.1X/EAP maupun VPN.
Fungsi Bridging : Baik point-to-point maupun point-to-multipoint, sehingga user dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan kabel (LAN) melalui wireless.
Fungsi Repeater : Memanfaatkan AP sebagai repeater memungkinkan user untuk dapat memperlebar area RF cell. Namun, hal ini dapat mengurangi throughput bagi user yang mengakses jaringan melalui repeater.
DHCP Server : AP dapat bertindak sebagai DHCP server yang menyediakan konfigurasi IP address bagi user-user yang terhubung.

Enterprise Access Point

AP enterprise umumnya memiliki fitur-fitur yang lebih banyak dari pada SOHO access point, diantaranya adalah :
  • Standarisasi 802.11
  • Sertifikasi Wi-Fi
  • Antena removable/expandable
  • Power Output Adjustable
  • Advanced security
  • Mode Operasi : root, bridge, ataupun repeater
  • Konfigurasi via CLI (Command-Line Interface)
Antena Removable/Expandable : Konfigurasi antenna ini menyediakan banyak fleksibilitas sehingga user dapat memilih sesuai dengan skenario yang tepat.
Power Output Adjustable : Tidak seperti access point SOHO, AP enterprise dilengkapi dengan kemampuan untuk mengubah power output sesuai dengan kebutuhan, atau user dapat menyesuaikan dengan AP yang sudah dipasang terlebih dahulu.
Advanced Security : AP enterprise akan memiliki fitur-fitur keamanan yang lebih canggih seperti autentikasi RADIUS lokal.
Mode Operasi : root, bridge, atau repeater.
Konfigurasi vias CLI : Dalam beberapa kasus, perintah-perintah CLI memungkinkan administrator melakukan konfigurasi tambahan pada level yang lebih advance. Meski demikian, administrasi berbasis web juga masih tersedia.

AP Lightweight

AP lightweight berbeda dari AP autonomous dimana AP lightweight beroperasi dengan wireless LAN controller dan tidak dapat berdiri sendiri. AP lightweight memiliki fitur-fitur yang lebih banyak daripada AP autonomous. AP lightweight dikontrol secara terpusat dengan menggunakan wireless LAN controller.

AP Mesh

Wireless mesh networking semakin berkembang dan terus berkembang. Istilah mesh networking sudah dikenal bertahun-tahun yang lalu. Dalam mesh network, semua node terhubung satu sama lain melalui dua jalur atau lebih. Hal ini menghasilkan komunikasi yang dapat lebih diandalkan ketika sewaktu-waktu terjadi error di salah satu jalur.
Saat ini, kebanyakan vendor wireless LAN menggunakan mekanisme dan protokol proprietary untuk mengimplementasikan mesh networking.

WLAN Router

Sering dikenal juga dengan wireless broadband router atau wireless residential gateway atau wireless VPN router.
Wireless Residential Gateway :
  • Biasanya dilengkapi dengan port Internet dan beberapa port ethernet switch serta wireless AP
  • Dapat dikonfigurasi via web browser.
  • Umumnya terhubung ke kabel modem atau koneksi DSL.
  • Beberapa fitur yang dimiliki :
    • NAT
    • DHCP server
    • IP Routing
    • DNS server
    • Firewall
Wireless VPN router :
  • Biasanya memiliki 3 port
    • Intranet
    • Internet (WAN)
    • Wireless
  • Memiliki lebih banyak fitur daripada wireless broadband router diantaranya :
    • L3 VPN
    • Protokol Point-to-point Tunneling
    • L2 Tunneling Protocol/Internet Protocol Security (L2TP/IPSec)
    • SSH2
    • Advance IP service
    • Kemampuan edge router

Wireless Bridges


Sebagai penghubung 2 atau lebih LAN kabel. Memiliki 2 tipe konfigurasi :
  • point-to-multipoint
  • point-to-point
Keuntungan :
  • Proses instalasi yang cepat
  • Biaya relatif lebih murah
Karena wireless bridges dapat menghubungkan dua tempat berjarak jauh, sangat penting untuk memperhatikan aspek keamanan dalam proses instalasi.

Wireless Repeater

  • Digunakan untuk memperluas area RF
  • Beroperasi pada layer 2 model OSI
  • Throughput berkurang (sekitar 50%) karena operasi half-duplex